APVI di dirikan oleh beberapa pemilik toko offline, importir dan vaping enthusiasts, pada tahun 2014 lalu di karenakan perkembangan vaporizer dan turunan nya yang berkembang begitu pesat. Dan mereka juga khawatir tentang keadaan yang terjadi pada saat itu mengenai perang harga dan persaingan yang mulai tidak sehat antar sesama toko maupun importir. Mereka bermaksud untuk menggalang persatuan antar sesama importir, toko, brewer dan industri kreatif yang timbul dari fenomena vaporizer ini. Dan terbentuk APVI (Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia) pada tanggal 18 Oktober 2014 Dan diresmikan secara notaris pada tanggal 13 mei 2015 untuk menampung dan mewadahi semua ide-ide kreatif para anggota nya dan demi kemajuan khususnya dibidang vaporiser termasuk turunannya.

Job Description

  • 1. Ketua Umum
    1. Mengkoordinasi organisasi atau asosiasi secara umum dalam hal kegiatan social dan kemasyarakatan.
    2. Sebagai perwakilan rapat di organisasi atau asosiasi lain baik di dalam maupun di luar DKI Jakarta.
    3. Memiliki hak dan wewenang penuh memutuskan keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah.
    4. Melindungi dan memotivasi anggota dan pengurus.
    5. Memilih dan menunjuk koordinator atau ketua bidang masing-masing.
    6. Mengetahui dan menyetujui seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh sie dengan berbagai pertimbangan.
    7. Memiliki hak mengeluarkan surat kuasa atau surat perintah memberi job description tambahan bagi anggota dan seksi.
    8. Membuat SK untuk pengurus dan Anggota di tingkat Wilayah, Kecamatan dan Kelurahan.
  • 2. Wakil Ketua
    1. Membantu Ketua Umum dalam tugas penyelenggarakan asosiasi dan permasalahan yang muncul.
    2. Mengkoordinasikan fungsi ketua bidang dalam penyelerasan tugas di lapangan baik melalui individu pengurus di DPP, DPW, DPC dan juga mitra, pemerintah atau instansi terkait.
    3. Mewakili Ketua Umum dalam hal undangan acara dan atau tugas bila Ketua Umum berhalangan.
    4. Memimpin Rapim di tingkat DPP dan memberikan pandangan umum mengenai peran dan tanggung jawab organisasi di masyarakat.
    5. Memberikan masukan berupa ide, gagasan, dan saran yang diperlukan dalam tindakan asosiasi.
    6. Melakukan pelaporan kerja kepada Ketua Umum terhadap peran dan tugas yang dilakukan.
    7. Bersama Ketua umum, mengontrol kinerja Ketua Bidang masing-masing.
  • 3A. Ketua
    A. Bidang Politik
    1. Bersama Ketum, membuat kebijakan yang terkait dengan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi politik.
    2. Menjadi jubir terhadap media yang terkait dengan dampak politik terhadap kehidupan social.
    3. Mewakili ketua –bila berhalangan- untuk menghadiri undangan yang terkait dengan politik.
    4. Melakukan dan meneliti dampak politik terhadap kehidupan dan kesejahteran masyarakat dan menganalisa bersama ketum untuk dijadikan dasar pengambilan kebijakan organisasi secara umum.
    5. Mengamati isu-isu politik yang berkembang dan mengkanter pengaruh buruk terhadap masyarakat dan organisasi.
  • 3B. Ketua Harian
    1. Pengurus Harian sebagai penentu kebijakan strategis sekaligus pelaksana tugas harian berkewajiban memimpin dan mengendalikan jalannya organisasi.
    2. Sesuai dengan kedudukannya, dalam menjalankan tugas bersifat koordinatif dan membawahi bidang-bidang yang telah ditetapkan.
    3. Dalam menjalankan fungsi dan wewenangnya bersifat kolektif.
  • 4. Sekretaris
    1. Pencatatan dan pengarsipan semua dokumen baik dalam rapat ataupun di luar rapat.
    2. Mengkoordinasi pembuatan undangan rapat, pembuatan laporan dan proposal.
    3. Menyusun perihal surat-menyurat (Surat Pernyataan, perijinan, permohonan, undangan).
    4. Menyusun laporan pertanggung jawaban bersama Ketua Umum.
    5. Menyusun notulen rapat.
    6. Membuka dan menutup rapat sebelum rapat di pimpin Ketua Umum.
    7. Menyusun dan mendata anggota dan pengurus asosiasi.
  • 5. Bendahara
    1. Pemegang uang kas asosiasi.
    2. Pencatatan, pengarsipan semua dokumen tentang pemasukan dan pengeluaran kas.
    3. Mengkoordinasi rapat Asosiasi dan penerimaan uang kas.
    4. Pelaporan kas asosiasi.
    5. Bertanggung jawab penuh atas keuangan asosiasi.
    6. Mengolah keuangan asosiasi.
    7. Menetapkan jumlah uang kas yang ditarik per anggota.
    8. Bersama Ketua Umum, memutuskan jumlah uang yang akan dikeluarkan berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan bersama.
  • 6. Public Relation
    1. Melakukan pencitraan asosiasi kepada arah positif di mata masyarakat.
    2. Melakukan upaya melawan terhadap isu negative yang berkembang tentang Asosiasi.
    3. Melakukan pendekatan organisasi masyarakat melalui brosur, company profile, media masa, radio maupun TV.
    4. Melakukan planning kerja dan musyawarah dengan ketum sebagai landasan kebijakan bertindak.
    5. Mempelajari pendapat, koreksi, masukan dan kritik dan melaporkan kepada Ketum untuk dijadikan landasan kerja.
  • 7. Korlap - Koordinator lapangan
    1. Menyediakan dan mengkoordinir tempat.
    2. Menyediakan Transportasi.
    3. Bertanggung jawab selama kegiatan berlangsung (lapangan).
  • 8. Humas (Hubungan Masyarakat)
    1. Public Relations (PR). Tugas seorang PR Manager secara umum adalah merencanakan dan mengembangkan komunikasi yang lebih bersifat korporat, meliputi penulisan berita korporat, membina hubungan baik dengan pihak eksternal asosiasi, termasuk membina hubungan dengan media (jurnalis, news editor, dll), sekaligus juga bertanggung jawab terhadap lancarnya komunikasi di tingkat internal asosiasi, misalnya dengan menerbitkan buletin member asosiasi, dll.
    2. Dalam menjalankan tugasnya, ia juga berhubungan komunikasi internal dan eksternal berita-berita seputar aktifitas vapor.
    3. Jabatan ini merupakan jabatan yang spesialis atau khusus menangani komunikasi internal dan eksternal asosiasi.
    4. PR Manager selama ini seolah lebih bertanggung jawab kepada komunikasi ke publik yang berkaitan dengan aktifitas asosiasi; tanggung jawab seorang Humas lebih berat ke arah pembangunan identitas asosiasi , serta menjaga agar setiap komunikasi yang dimiliki oleh asosiasi tetap terjaga imagenya.
  • 9. Sekjen (Sekretaris Jenderal)
    1. Sebagai wakil asosiasi dalam menyelesaikan masalah yang timbul antara anggota dengan anggota maupun masalah yang dihadapi anggota yang berkaitan dengan instansi/asosiasi/yayasan pemerintah maupun instansi/asosiasi/yayasan independen.
    2. Sebagai wakil asosiasi dalam menjalankan/mengoperasikan asosiasi sesuai dengan maksud dan tujuan yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
    3. Mengusulkan kebijakan-kebijakan yang harus ditetapkan dan/atau diambil yang sesuai dengan maksud dan tujuan asosiasi sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar.
    4. Menetapkan skala prioritas atas penanganan masalah yang harus diselesaikan oleh asosiasi baik masalah internal maupun eksternal.
    5. Merencanakan rapat-rapat guna mengambil keputusan dan menyelesaikan atas masalah yang dihadapi oleh anggota.
    6. Merencanakan rapat-rapat sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar.
    7. Memberikan laporan kepada peserta rapat di dalam rapat-rapat yang diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar atas pergerakan/progress organisasi termasuk dan tidak terbatas atas kinerja anggota Dewan Pengurus yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar.
    8. Merencanakan strategi peningkatan peran asosiasi baik di dalam negeri maupun luar negeri.
  • 10. Penasehat Produk
    1. Memberikan data kepada anggota asosiasi atas kualitas produk.
    2. Melakukan pengecekan atas produk ejuice yang masuk kategori kualitas yg baik sesuai SNI.